tahapan pengembangan parfum
tahapan pengembangan parfum

Dalam produksi parfum, salah satu tantangan terbesar bagi brand adalah memastikan aroma versi produksi benar-benar sama dengan aroma sampel (sample approve). Banyak brand baru tidak menyadari bahwa mempertahankan konsistensi aroma bukan sekadar menggandakan formula—tetapi memerlukan proses teknis yang terkontrol, sistematis, dan terdokumentasi.

Sebagai pabrik maklon parfum terpercaya, PT. Nirmala Kalyani Jaya (NKJ) menerapkan tahapan pengembangan parfum yang dirancang khusus untuk menjaga konsistensi aroma, mulai dari tahap briefing hingga produksi skala besar. Artikel ini menjelaskan secara profesional bagaimana proses tersebut berlangsung agar brand owner memahami pentingnya alur pengembangan yang benar.


1. Pengumpulan Brief Brand: Penyelarasan Konsep sebelum R&D Dimulai

Pengembangan parfum di NKJ dimulai dengan tahapan Brand Briefing, di mana tim NKJ memastikan pemahaman menyeluruh terhadap identitas aroma yang diinginkan brand.

Beberapa poin yang dikumpulkan secara sistematis:

  • karakter aroma (fresh, floral, gourmand, oriental, woody, dsb.)
  • target pengguna dan suasana pemakaian
  • kesan emosional atau karakter brand
  • arah intensitas dan impresi estetika
  • rentang harga jual yang diinginkan brand

Tahapan ini menghindari revisi tidak perlu dan memastikan arah formulasi jelas sejak awal. Semakin spesifik brief, semakin efisien proses selanjutnya.


2. Perumusan Sampel oleh Tim R&D Parfum NKJ

Setelah brief dikonfirmasi, tim R&D mulai merancang sampel parfum berdasarkan konsep brand.
Dalam tahap ini, titik penting bukan hanya meracik aroma, tetapi juga:

  • kestabilan aroma saat disemprot dan saat kering di kulit/tekstil
  • harmonisasi fase top–middle–base note
  • performa ketahanan aroma (tahan lama secara tepat, bukan sekadar kuat)
  • compatible dengan pelarut dan kemasan yang direncanakan

Brand owner kemudian melakukan proses evaluasi sampel.
Jika terdapat revisi, perubahan dilakukan secara terukur—bukan dengan “menambah ini dan mengurangi itu secara acak”, melainkan berdasarkan standar teknis R&D agar tetap konsisten.

Saat sampel disetujui, dokumen internal Sample Finalization Sheet dibuat sebagai standar kontrol mutu untuk memastikan aroma tidak berubah sampai produksi besar.


3. Pendaftaran Komposisi & Sistem Penjamin Keamanan Produk

Sebelum produksi, NKJ menyiapkan:

  • verifikasi bahan baku dan dokumen keamanan
  • penyusunan komposisi resmi
  • spesifikasi teknis pelarut dan parfum oil
  • serta kesesuaian kemasan terhadap isi produk

Semua ini bertujuan memastikan parfum aman digunakan dan siap diajukan untuk legalitas BPOM sesuai kategori parfum cair.

NKJ memastikan brand tidak perlu menghadapi kerumitan administratif—karena semua proses penyiapan dokumen didampingi langsung oleh tim internal.


4. Pre-Production Trial: Simulasi Produksi untuk Menghindari Gap Aroma

Sebelum masuk ke produksi massal, NKJ melakukan uji pra-produksi (pre-production trial).

Tahapan ini bertujuan:

  • memastikan replikasi aroma sampel pada volume yang lebih besar
  • memeriksa kompatibilitas bahan saat skala diperbesar
  • menguji kestabilan aroma setelah homogenisasi & masa settling
  • memastikan warna, kejernihan, dan karakter aroma tidak berubah

Jika hasil pre-production sama dengan sample approve, barulah parfum disetujui untuk produksi massal.
Jika ada deviasi sensorik, penyesuaian dilakukan secara presisi oleh tim R&D sebelum proses lanjutan.


5. Produksi Massal dengan Pengawasan QC Berlapis

Produksi parfum dilakukan di fasilitas NKJ yang higienis dan terkontrol dengan dokumentasi menyeluruh.

Setiap batch produksi melewati pemeriksaan pada tiga titik:
1️⃣ QC sebelum produksi (bahan baku)
2️⃣ QC selama proses (in-process control)
3️⃣ QC setelah finishing (final product test)

Pemeriksaan QC mencakup:

  • aroma top–middle–base
  • kestabilan warna dan kejernihan
  • densitas dan karakter pelarut
  • kesesuaian dengan spesifikasi sampel final

QC bertujuan memastikan parfum yang dikirimkan ke brand sama dengan sampel yang disetujui — bukan sekadar mendekati.


6. Pengemasan, Penyegelan, dan Penyimpanan Aman

Tahap akhir adalah proses pengemasan di ruang kontrol higienis.

Standar NKJ memastikan:

  • volume dan spraying output sesuai standar
  • botol tidak bocor atau sweating
  • tutup dan seal terkunci sempurna
  • label rapi dan simetris
  • batch code tercatat untuk keperluan traceability

Produk kemudian disimpan di area dengan suhu terkontrol sebelum dikirim ke brand.

Tahap ini penting karena parfum sangat sensitif terhadap panas dan penyimpanan yang salah dapat mengubah aroma.


7. Konsistensi Aroma Bukan Kebetulan — Ini adalah Sistem

Banyak brand baru mengira konsistensi aroma hanya soal “mengikuti formula yang sama”.
Namun di NKJ, pengalaman membuktikan bahwa aroma yang benar-benar sama dari sampel → trial → produksi hanya dapat dicapai apabila:

✔ Brief awal jelas
✔ Dokumentasi sampel final akurat
✔ Proses scaling diatur secara ilmiah
✔ QC dilakukan pada setiap tahap
✔ Batch record tercatat dan dapat dilacak

Inilah alasan brand yang bekerja sama dengan NKJ dapat mempertahankan kualitas parfum secara jangka panjang.


Siap Mengembangkan Parfum Signature Brand Anda?

Jika tujuan Anda bukan hanya membuat parfum yang wangi, tetapi parfum yang punya karakter kuat, konsisten, dan layak menjadi identitas brand, maka bekerjasama dengan pabrik maklon yang menerapkan sistem jaminan mutu adalah keputusan terbaik.

💬 Konsultasikan konsep parfum brand Anda dengan NKJ.
Tim NKJ siap membantu dari pengembangan identitas aroma, penyusunan sampel, uji pra-produksi, hingga produksi dengan mutu terjamin.

By: PT. Nirmala Kalyani Jaya