
Dalam beberapa tahun terakhir, parfum menjadi salah satu kategori dengan pertumbuhan paling cepat di industri kosmetik Indonesia. Perubahan perilaku konsumen, pertumbuhan e-commerce, dan meningkatnya minat terhadap brand lokal mendorong parfum menjadi produk yang semakin relevan, tidak hanya sebagai gaya hidup tetapi juga kebutuhan harian.
Namun di balik pertumbuhan tersebut, tidak semua brand parfum siap diproduksi di pabrik secara profesional. Banyak brand memulai dengan antusiasme tinggi, tetapi menghadapi kendala saat masuk ke tahap produksi, legalitas, dan konsistensi kualitas.
Berdasarkan pengalaman PT. Nirmala Kalyani Jaya (NKJ) sebagai pabrik maklon, tantangan utama parfum bukan pada tren pasar, melainkan pada kesiapan teknis dan sistem produksi sejak awal.
Pertumbuhan Pasar Parfum Bukan Sekadar Tren
Data global menunjukkan bahwa pasar fragrance terus tumbuh secara konsisten. Laporan industri dari Statista mencatat bahwa pasar parfum global menunjukkan tren peningkatan yang stabil dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada segmen parfum harian dan personal fragrance.
🔗 https://www.statista.com/topics/2780/fragrances/
Di Indonesia, pertumbuhan penjualan parfum juga dipengaruhi oleh kanal digital. Media nasional melaporkan bahwa penjualan produk parfum meningkat seiring pertumbuhan e-commerce dan brand lokal.
🔗 https://mediaindonesia.com/ekonomi/550018/peningkatan-penjualan-parfum-secara-digital-meningkat-di-2022
Data ini menunjukkan bahwa peluang pasar nyata, tetapi peluang hanya bisa dimanfaatkan oleh brand yang siap secara produksi.
Parfum Bukan Hanya Soal Aroma
Kesalahan umum brand parfum adalah menganggap parfum hanya tentang wangi yang disukai. Dalam praktik produksi, parfum adalah produk dengan kompleksitas tinggi.
Beberapa aspek krusial yang sering diabaikan:
- Konsistensi aroma antar batch
- Stabilitas cairan terhadap panas dan cahaya
- Kesesuaian bahan dengan regulasi kosmetik
- Performa aroma saat diaplikasikan di kulit
Tanpa pendekatan teknis yang tepat, aroma yang bagus di tahap awal bisa berubah setelah diproduksi dalam skala industri.
Kesiapan Formula Menentukan Keberhasilan Produksi
Formula parfum yang cocok untuk skala kecil belum tentu stabil saat diproduksi massal. Karena itu, pabrik perlu melakukan evaluasi formula secara menyeluruh sebelum produksi.
Di NKJ, evaluasi formula parfum mencakup:
- Stabilitas fisik cairan
- Kompatibilitas dengan botol dan spray
- Konsistensi warna dan kejernihan
- Ketahanan aroma selama penyimpanan
Pendekatan ini sejalan dengan praktik industri kosmetik yang direkomendasikan oleh regulator. BPOM RI menegaskan bahwa parfum termasuk kosmetik yang wajib memenuhi standar keamanan dan mutu.
🔗 https://www.pom.go.id/new/view/more/berita/19518
Legalitas Parfum Tidak Bisa Dipisahkan dari Produksi
Parfum wajib terdaftar sebagai kosmetik di BPOM sebelum diedarkan. Namun banyak brand baru belum memahami bahwa legalitas parfum memiliki detail teknis tersendiri.
Kesalahan yang sering terjadi:
- Bahan fragrance tidak sesuai ketentuan
- Klaim pada label tidak tepat
- Dokumen teknis tidak lengkap
Tanpa persiapan sejak awal, proses registrasi dapat tertunda dan menghambat peluncuran produk. Karena itu, di NKJ, pendampingan legalitas dilakukan seiring dengan pengembangan formula, bukan setelah produksi selesai.
Produksi Parfum Membutuhkan Fasilitas Khusus
Tidak semua pabrik kosmetik memiliki fasilitas yang memadai untuk produksi parfum. Parfum membutuhkan:
- Sistem mixing presisi
- Proses filling dan sealing yang konsisten
- Pengendalian kontaminasi
- Quality control khusus produk berbasis alkohol
NKJ mengoperasikan lini produksi khusus untuk produk liquid dan spray fragrance, sehingga stabilitas dan konsistensi produk dapat dijaga sejak awal produksi hingga distribusi.
Skala Produksi Harus Selaras dengan Strategi Brand
Antusiasme pasar sering membuat brand ingin langsung memproduksi dalam jumlah besar. Padahal, strategi produksi yang terlalu agresif berisiko menimbulkan masalah stok dan arus kas.
Pendekatan yang lebih aman adalah:
- Produksi awal bertahap
- Perencanaan reorder yang jelas
- Penyesuaian produksi dengan kecepatan penjualan
Pendekatan ini membantu brand menjaga keberlanjutan bisnis, bukan hanya mengejar peluncuran awal.
Kesimpulan
Pertumbuhan pasar parfum membuka peluang besar bagi brand lokal. Namun peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan oleh brand yang siap secara konsep, formula, produksi, dan legalitas.
Parfum bukan produk instan. Ia membutuhkan pendekatan teknis, sistem produksi yang disiplin, serta pemahaman regulasi yang matang.
Sebagai pabrik maklon, PT. Nirmala Kalyani Jaya mendampingi brand parfum dari tahap awal hingga produk siap edar, dengan fokus pada kualitas, konsistensi, dan kesiapan jangka panjang.
Bagi brand yang ingin masuk ke bisnis parfum secara profesional, kesiapan sejak awal adalah kunci untuk bertahan di pasar yang semakin kompetitif.
By : PT. Nirmala Kalyani Jaya
Pabrik Maklon Kosmetik, Skincare & Parfum Berstandar CPKB