
Memproduksi produk skincare di pabrik sering dianggap sebagai garis akhir dari perjalanan sebuah brand. Produk sudah jadi, kemasan rapi, izin edar terurus. Namun kenyataannya, banyak produk tetap gagal di pasar, meskipun telah diproduksi secara legal dan profesional.
Berdasarkan pengalaman PT. Nirmala Kalyani Jaya (NKJ) dalam mendampingi berbagai brand, kegagalan tersebut jarang disebabkan oleh kualitas produksi semata. Lebih sering, kegagalan terjadi karena ketidaksiapan strategi produk sejak sebelum produksi dimulai.
Berikut adalah 6 penyebab utama yang paling sering ditemui di lapangan.
1. Produk Tidak Berangkat dari Masalah Konsumen yang Spesifik
Kesalahan paling mendasar adalah membuat produk hanya karena mengikuti tren. Banyak brand memulai dengan ide umum seperti “ingin serum yang bagus” atau “skincare yang aman untuk semua orang”.
Masalahnya, pasar tidak membeli produk yang umum. Konsumen membeli solusi yang relevan dengan kebutuhannya. Produk tanpa fokus masalah yang jelas akan sulit dibedakan dari puluhan produk serupa di pasar, meskipun diproduksi dengan kualitas yang baik.
Pabrik dapat memproduksi sesuai permintaan, tetapi validasi kebutuhan pasar harus dipastikan oleh brand sejak awal.
2. Formula Aman, Tetapi Tidak Kompetitif
Lolos BPOM tidak selalu berarti siap bersaing. Banyak produk aman secara regulasi, namun kalah dari sisi tekstur, kenyamanan pemakaian, atau hasil yang dirasakan konsumen.
Di pasar yang kompetitif, pengalaman pengguna menjadi faktor penentu. Produk yang terasa berat, lengket, atau tidak nyaman akan sulit mendapatkan repeat order.
Di NKJ, formulasi tidak hanya diuji dari sisi keamanan, tetapi juga dievaluasi dari sisi konsistensi, stabilitas, dan kenyamanan pemakaian agar relevan dengan ekspektasi pasar.
3. Salah Menentukan Bentuk dan Sediaan Produk
Tidak semua konsep cocok dengan semua bentuk sediaan. Kesalahan dalam memilih tekstur atau format sering baru terasa setelah produk beredar di pasar.
Contoh yang sering terjadi:
- Produk harian dengan tekstur terlalu berat
- Produk untuk iklim tropis tetapi sulit menyerap
- Produk entry-level dengan tampilan yang terlalu premium
Kesalahan ini tidak selalu terlihat di tahap produksi, tetapi berdampak besar pada penerimaan pasar.
4. Kemasan Tidak Mendukung Keputusan Pembelian
Kemasan adalah titik kontak pertama antara produk dan konsumen. Produk yang baik bisa gagal jika kemasannya tidak komunikatif.
Masalah yang sering ditemukan:
- Informasi produk tidak terbaca dengan jelas
- Klaim utama tidak tersampaikan
- Desain tidak sesuai segmen pasar
Pabrik mencetak kemasan sesuai desain yang diberikan. Namun, strategi kemasan harus disusun dengan mempertimbangkan perilaku konsumen, bukan hanya selera visual.
5. Produksi Tidak Selaras dengan Strategi Penjualan
Banyak brand memproduksi tanpa menghitung kecepatan penjualan dan distribusi. Akibatnya, stok menumpuk atau modal tertahan terlalu lama.
Kesalahan umum meliputi:
- Produksi awal terlalu besar
- Tidak ada perencanaan reorder
- Tidak mempertimbangkan umur simpan produk
Pendekatan yang lebih aman adalah produksi bertahap dan terukur, terutama bagi brand yang masih membangun pasar.
6. Menganggap Produksi sebagai Akhir Proses
Produksi sering dianggap sebagai tujuan akhir, padahal sebenarnya produksi adalah awal dari fase pasar.
Produk skincare membutuhkan:
- Edukasi konsumen yang konsisten
- Kualitas antar batch yang stabil
- Respons cepat terhadap masukan pasar
Tanpa kesinambungan ini, produk akan cepat kehilangan relevansi, meskipun awalnya mendapat perhatian.
Kesimpulan
Kegagalan produk skincare jarang disebabkan oleh pabrik semata. Dalam banyak kasus, kegagalan terjadi karena ketidaksinkronan antara konsep produk, formulasi, kemasan, dan strategi pasar.
Sebagai pabrik maklon, PT. Nirmala Kalyani Jaya berperan memastikan bahwa produk diproduksi secara aman, legal, dan konsisten. Namun keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada kesiapan brand dalam memahami pasar dan membangun strategi yang matang sejak awal.
Bagi brand yang ingin memproduksi skincare dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan realistis, NKJ menyediakan pendampingan dari tahap konsep hingga produk siap edar melalui ekosistem Mulai Bisnis Skincare.
By : PT. Nirmala Kalyani Jaya
Pabrik Maklon Kosmetik & Skincare Berstandar CPKB